Warga Borowetan Banyuurip Purworejo Miliki Jembatan Baru

BANYUURIP - Warga Borowetan Banyuurip Purworejo memiliki jembatan baru. Jembatan gantung dibuat dari dana bantuan hibah asal Swiss.

Selama ini, warga biasa menyeberang dengan jasa perahu gethek bambu di bantaran sungai setempat. Kades Borowetan Haryoko Saputro mengatakan, bantuan jembatan penyeberangan ini merupakan berkah yang tidak ternilai harganya bagi warga Borowetan. Selama ini, warga kesulitan melintasi Sungai Bogowonto menuju pusat kota kabupaten. Mereka harus memutar ke Selatan dengan selisih jarak hingga empat kilometer. Terutama bagi mereka yang tidak berani naik perahu gethek.”Beberapa waktu lalu kami sudah mengadakan selamatan dengan menggelar hiburan musik. Warga sudah lama mendambakan jembatan penyeberangan. Akhirnya keinginan itu terkabul,” kata Haryoko kemarin (7/3).

Haryoko menjelaskan, jembatan gantung baru berada di Dusun Borotawang yang berhubungan langsung dengan Dusun Borocermai. Pemilihan lokasi itu merupakan anjuran instruktur pembangunan jembatan, yakni Mr Toni dari Swiss dan Ir Sutana dari Indonesia. “Pembangunan jembatan juga dipimpin langsung kedua orang ini. Jembatan ini bantuan hibah murni dari Swiss. Bukan uang, melainkan bangunan jembatan. Seluruh bahan bangunan yang digunakan dari mereka. Tenaga pembangunan yang diambilkan dari warga desa sini,” terangnya.

Menurut Haryoko, kegembiraan yang dirasakan warga tidak hanya memiliki jembatan baru. Namun, proses pembangunan jembatan yang singkat. Proses pembangunan jembatan sepanjang 64 meter hanya diselesaikan dalam hitungan hari. Warga menjuluki jembatan itu dengan sebutan Jembatan Tiban. Proses pengerjaan dimulai 14 Januari 2013, dengan membuat pondasi jembatan di bagian Selatan. Hari kedua, dilanjutkan membaut pondasi bagian Utara.

“Menunggu pondasi kering tiga minggu. Selanjutnya, 3 Februari dilakukan pengerjaan merangkai jembatan dan selesai dalam waktu sehari,” paparnya.Konstruksi bangunan jembatan dengan konsep gantung ini mampu bertahan selama 50 tahun dan memiliki asuransi Rp 500 juta. Tidak hanya itu, jembatan ini mampu dilewati beban maskimal 2,5 ton. Total keseluruhan pembangunan jembatan diperkirakan Rp 2 miliar.”

Desa Borowetan dihuni 600 KK dengan jumlah penduduk mencapai 2.500 jiwa. Ada lebih dari 80 warga yang ikut kerja bakti membangun jembatan,” katanya.Ciptowinangun, 58, warga Desa Borowetan RT 04 RW 02 mengaku senang dengan adanya jembatan baru ini. Meski hanya bisa dilalui satu kendaraan roda dua, keberadaan jembatan sangat membantu warga setempat. Apalagi banyak warga memiliki lahan pertanian di seberang sungai (Borokulon). Banyak juga anak-anak sekolah yang mengenyam pendidikan di kota kabupaten memanfaatkan jembatan ini.(tom/hes)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809