Tren Meningkat, 122 Penderita DBD di Purworejo

PURWOREJO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Purworejo mengalami tren meningkat. Sebagian besar kasus ditemukan di perkotaan.

Informasi terakhir, lima pasien DBD masih menjalani perawatan intensif di RSU PKU Muhammadiyah. Kendati begitu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Purworejo belum menetapkan status KLB.Data Dinkes Purworejo, terhitung hingga Senin (18/3) ada 122 kasus DBD di Purworejo. Dari jumlah itu, yang memasuki fase pendarahan atau DB hanya 22 kasus. “Sisanya masih berupa Demam Dengue yang ditandai demam tinggi dan munculnya bintik merah di kulit pasien. Semuanya telah ditangani sejak awal,” ungkap Kasie Pengendalian Penyakit P2 Dinkes Purworejo Widonarto kemarin (19/3).

Widonarto melanjutkan, kasus DBD utamanya terjadi di perkotaan yang padat penduduk. Ini disebabkan lingkungan perkotaan cukup cocok untuk habitat perkembangbiakan nyamuk Aides Aegepty.”Di tengah penduduk padat, saat ada satu yang terjangkit, persebarannya cepat. Di lingkungan perkotaan, biasanya ada genangan air dan suhu yang tinggi yang menjadi kesukaan vektor nyamuk,” bebernya. Dia merinci, dari 122 kasus yang terdata, 25 kasus terjadi di Puskesmas Mranti Kecamatan Purworejo, 18 kasus di Kecamatan Grabag, 8 kasus di Kutoarjo, dan sisanya merata di beberapa puskesmas di 16 kecamatan.

Jumlah kasus yang terjadi melampaui total jumlah kasus tahun 2012 yang hanya 87 kasus. Jumlah yang ada dimungkinkan bertambah lagi, mengingat musim hujan masih belum berakhir.Pantauan Radar Jogja, lima pasien DBD masih menjalani perawatan di RSU PKU Muhammadiyah Tunas Medika Purworejo. Mereka berasal dari beberapa kecamatan di Purworejo. Kelima pasien adalah Mustaqim, 43, warga Desa Winong Kecamatan Kemiri; Sarjono, 37, warga Desa Patutrejo Grabag; Darma Adi, 20, warga Kelurahan Sindurjan Kecamatan Purworejo; Ali Feno, 20, warga Desa Banyuurip Banyuurip, dan Warsidi , 48, warga Desa Patutrejo Grabag. “Pasien atas nama Warsidi, warga Patutrejo hari ini (kemarin, Red) diizinkan pulang,” kata Kabag Humas RSU PKU Muhammadiyah Tunas Medika Purworejo Sudharta.Menurut Sudharta, sejak Januari – Maret 2013, RSU PKU Muhammadiyah Tunas Medika Purworejo menangani 26 pasien DBD, di mana ada empat penderita malaria. “Satu penderia malaria yang masih dirawat bernama Jati Suryo Kusumo, 6, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo,” jelasnya.

Pasien DBD Ali Feno, 20, mengungkapkan, ia terdeteksi positif DBD setelah mengalami demam tinggi. Setelah diperiksakan, dokter menyatakan mengalami radang tenggorokan. Karena tidak kunjung turun demamnya, akhirnya diputuskan pulang ke Purworejo. “Sesampai di rumah langsung saya bawa ke rumah sakit. Setelah diuji lab ternyata positif demam berdarah. Saya kena DBD di Jogjakarta. Waktu sakit di kos, lalu dibawa pulang oleh keluarga,” jelasnya. Lurah Borokulon Cipto Mukti W mengatakan, setelah mendapat laporan adanya warga yang terjangkit DBD, pihaknya langsung menggiatkan kerja bakti dan meminta fogging ke Dinkes Purworejo. Fogging dilakukan di RW 6, di mana lokasi tersebut merupakan tempat ditemukan warga yang terjangkit DBD.”Langsung melapor ke dinas kesehatan. Mereka menyarankan melakukan fogging di lokasi warga yang terjangkit. Ada empat orang anak di RW 06 yang terjangkit DBD. Yaitu, RT 01, RT 04, dan RT 02,” katanya.(tom/hes)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809