Semagung-Durensari, Bagelen, Purworejo Rawan Longsor

Semagung Durensari Rawan Longsor BAGELEN, PURWOREJO – Kondisi tebing jalan di Desa Semagung Semono, dan Durensari di Kecamatan Bagelen Purworejo cukup labil dan rawan longsor. Sedikitnya, ada enam titik longsoran di ruas jalan tiga desa yang hingga kini dibiarkan tidak dievakuasi. Karena dinilai tidak menganggu pengguna jalan.”Longsoran terjadi beberapa pekan lalu bersamaan banjir yang melanda desa. Material longsoran tanah yang menutup jalan sudah ditangani dengan kerja bakti warga. Sementara yang tidak menutup masih dibiarkan,” kata Nurhidayanto, 30, warga Durensari kemarin (28/2).Nurhidayanto melanjutkan, material longsoran tanah tersebut cukup menganggu, karena membuat ruas jalan bertamah sempit. Apalagi hujan turun, pengguna jalan harus ekstra hati-hati, karena menjadi licin.Ruas jalan Semagung-Durensari sepanjang dua kilometer dengan medan jalan berupa tanjakan dan kelokan itu merupakan jalan kabupaten. Kendati begitu, jalan tersebut merupakan jalan alternatif menuju Kokap Kulonprogo.

“Jalan ini merupakan akses ekonomi warga. Tidak hanya kendaraan pribadi yang melintas, truk dan angkutan pembawa hasil bumi mengandalkan jalan ini,” katanya.Partimah, 35, warga Semono menambahkan, longsor tebing sepanjang ruas jalan di desanya selalu terjadi saat musim penghujan. Tempat ini menjadi langganan longsor.

“Pernah dipantau pemerintah. Kalau tidak salah dari Badan Penanggungalan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo bersamaan proses peninjauan jembatan Prothol di Desa Semagung itu,” katanya.Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Purworejo Fathori menuturkan, total ruas jalan kabupatan panjangnya 747 kilometer. Sejauh ini sebagian sudah dilakukan perawatan, perbaikan, dan peningkatan.”Kondisi jalan kabupaten dengan status baik ditargetkan 65 persen terealisasi. Anggaran tahun ini sebesar Rp 30 miliar,” katanya.(tom/hes)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809