REKA ULANG PENGANIAYAAN YULIANTO, Satu Adegan Ditolak Tersangka

Reka ulang penganiayaan Yulianto. (Foto : Jarot Sarwosambodo)

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kasus penganiayaan berat hingga menyebabkan tewasnya Yulianto (34) warga Desa Wonosido Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo, direkontruksi di halaman Mapolres Purworejo, Selasa (10/04/2013). Sebelas warga Desa Pamriyan Pituruh tersangka penganiaya itu memperagakan 13 adegan menggambarkan kronologi mulainya pemukulan hingga korban tewas, lalu tubuhnya dibakar. Namun adegan menyeret tubuh korban dengan sepeda motor ditolak tersangka dan pengacaranya karena dinilai tidak ada.

Rekontruksi tidak dilakukan di lokasi kejadian karena pertimbangan keamanan para tersangka. Satu tersangka di bawah umur berinisial Jok tidak mengikuti rekontruksi karena berkasnya sudah P21. “Dilaksanakan di Mapolres juga tidak masalah, terpenting tidak mengurangi substansi saat kejadian itu,” ujar AKP Suyadi SE, Kasubag Humas Polres Purworejo mewakili Kapolres Purworejo AKBP M Taslim Chaeruddin SIK MH, kepada wartawan.

Dalam reka ulang itu, diketahui bahwa sebelum penganiayaan, korban yang diperankan Bripda Sigit Anjar memukul tersangka Hen alias Dodo. Hen Kemudian melapor kepada petugas linmas Pamriyan dan ratusan warga berkumpul, kemudian mencari keberadaan Yulianto.

Korban ditemukan bersembunyi di rumah kerabatnya Supiyah warga Desa Karanggedang Kecamatan Bruno. Tersangka Sla alias Kojrong, Hen alias Dodo, Man alias Sondeng, Sug alias Badar, Wag, Mar, Bin dan TP menganiaya korban dengan kaki serta tangan kosong. Sementara tersangka Bin kemudian membakar sepeda motor korban yang tergeletak di perbatasan Desa Karanggedang dan Pamriyan.

Korban kemudian dinaikkan sepeda motor dan berboncengan tiga bersama tersangka Tut alias Kantil serta Bud, menuju Pasar Desa Pamriyan. Tersangka Man alias Sondeng, Hen alias Dodo dan Bin kembali menganiaya korban dengan potongan kayu albasia serta tangan kosong.

Korban kemudian diikat dan diseret menggunakan sepeda motor sejauh kurang lebih seratus meter oleh tersangka Tut. Namun Tut menolak memperagakan adegan itu karena dinilai tidak sesuai kenyataannya. Akhirnya, sejumlah polisi memperagakan adegan tersebut menggantikan tersangka.

Tersangka Man alias Sondeng dan Sla alias Kojrong menggotong korban dan membawa ke hutan pinus perbatasan Wonosido dengan Pamriyan. “Lalu tersangka Sug alias Badar menumpukkan kayu pada tubuh korban, disusul Jok yang diperankan tersangka lain, mencari daun kering kemudian membakarnya. Sementara terangka Mar mengambil ban luar bekas dan ditumpuk di atas badan korban, sehingga api membesar,” paparnya.

Kendati demikian, tersangka dan pengacaranya menolak adegan menyeret tubuh korban menggunakan sepeda motor. “Kami menolak itu, sebab tidak sesuai kenyataan. Artinya tidak ada kejadian menyeret korban dengan sepeda motor,” tegas Bambang Catur Iswanto SH MH, kuasa hukum para tersangka.

Ia berharap polisi bisa mempercepat pemberkasan sehingga bisa dilimpahkan ke kejaksaan. Selain itu, pihak penasehat hukum berencana mengajukan penangguhan penahanan atas tersangka. Seluruh tersangka dijerat pasal 170 KUHP ayat dua, dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. (Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809