Ratusan Hektare Sawah di Purworejo Terserang Hama

PURWOREJO  – Kurang lebih 408 hektare hamparan padi di Kabupaten Purwororejo rusak diserang beberapa jenis hama. Tikus menjadi hama paling merusak dan dilaporkan menyerang kurang lebih 338 hektare sawah. Kendati demikian, belum ada laporan sawah puso akibat serangan itu.

Petani menunjukkan telur keong mas pada batang padi. (Foto : Jarot Sarwosambodo)

Selain tikus, penggerek batang menyerang 24 hektare sawah, wereng batang cokelat (WBC) 3 hektare dan kresek 3 hektare. Sementara areal seluas 40 hektare juga dilaporkan terserang keong mas sepanjang musim tanam (MT) pertama 2013 itu.

“Salah satu penyebab serangan adalah kondisi cuaca, sawah memiliki kelembaban tinggi sehingga memicu munculnya hama seperti WBC,” kata Ir Eko Anang SW, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Purworejo, kepada KRjogja.com, Senin (4/3).

Selain lantaran cuaca, serangan juga dipicu penggunaan pupuk urea yang berlebihan oleh petani. Tingginya kadar zat Nitrogen (N) asal pupuk urea akan menyebabkan tanaman cenderung tumbuh subur dan daun terlalu hijau. Kondisi itu meningkatkan risiko serangan jamur Kresek.

Kendati baru satu persen dari luas areal tanam, namun pemerintah dan petani melakukan antisipasi mencegah meluasnya serangan. Distanhut, lanjutnya, memiliki prosedur yakni dengan mengatasi hama langsung begitu muncul serangan, meski intensitasnya tidak parah.

“Jika dibiarkan, akan semakin susah ditangani. Seperti WBC, meski baru satu dua hektare dengan populasi serangga 2 – 3 ekor perrumpun, langsung kami semprot,” paparnya.

Sedangkan serangan keong mas akan berhenti sendiri setelah tanaman tumbuh dewasa. Namun, areal yang mengalami serangan parah harus ditanami ulang. “Petani sudah tanam ulang dan saat ini padi sudah dewasa serta menjelang musim panen,” ucapnya.(Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809