Pernah Celaka, Dosen ITS Kelahiran Purworejo Ini Tetap Cinta Automotif

Masyarakat tentu sudah tidak asing dengan beragam inovasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam bidang automotif. Mulai dari Sapu Angin hingga Easy Car (EC). Di balik para mahasiswa, ternyata masih ada sosok penting yang berperan besar dalam berbagai inovasi tersebut, yakni Muhammad Nur Yuniarto.
Nur merupakan Dosen Teknik Mesin ITS yang menjadi pendamping para mahasiswa dalam setiap karya di bidang automotif. Dimulai dengan mengantarkan ITS menjuarai Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2010 untuk kali pertama, nama Nur semakin diperhitungkan ketika berhasil menciptakan mobil listrik jenis 4-Seater Electric City Car Januari silam.

Kecintaan Nur terhadap dunia automotif ternyata telah tertanam sejak kecil. Di usia yang masih belia, dia sangat senang mengutak-atik motor miliknya tanpa mengerti tentang mesin motor.

”Buat saya yang penting kencang. Mau modifikasi juga enggak punya uang,” ujar Nur, seperti dikutip dari ITS Online, Senin (18/3/2013).

Dosen kelahiran Purworejo, Jawa Tengah itu pun merasakan pengalaman pahit dari hobinya yang sering kebut-kebutan. Di bangku SMP, motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan hebat hingga kakinya patah. Alhasil, dia terpaksa absen selama beberapa hari, bahkan harus mengikuti ujian semester dengan kondisi kaki digips.

Pengalaman mengerikan itu, tidak membuat Nur jera mencintai automotif. Setelah mendapatkan mobil pertamanya pada 1997, dosen kelahiran 38 tahun silam tersebut mengganti daya Holden Torana miliknya dari 2.800 cc menjadi 3.300 cc. ”Saya memang orang yang suka tantangan,” tuturnya.

Bahkan, guna mengembangkan minatnya dalam dunia automotif, Nur memilih jurusan Teknik Mesin ITS sebagai pelabuhan dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, di awal perkuliahan dia sempat mengaku kecewa dan merasa salah jurusan ketika memasuki masa awal perkuliahan.

“Materi yang dipelajari di jurusan Teknik Mesin bukan mengenai automotif seperti yang saya harapkan. Melainkan dasar-dasar teori permesinan secara umum, seperti termodinamika,” papar Nur.

Seiring berjalannya waktu, Nur pun mulai menikmati kuliah di Jurusan Teknik Mesin ITS. Bahkan, setelah lulus, dia melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Manchester, Inggris. Menurut Nur, mengenyam pendidikan di London tidak membuatnya melupakan dunia automotif Tanah Air.

”Meskipun tinggal di Inggis, saya tetap mengikuti perkembangan dunia automotif, terutama motor sport,” ungkap dosen yang gemar menghabiskan waktu bersama keluarga itu.
(mrg) – okezone.com

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809