Perajin Tahu Purworejo Dipermainkan Harga

PURWOREJO –¬†Naiknya sejumlah komponen produksi dalam proses pembuatan tahu menyebabkan keuntungan perajin di Kabupaten Purworejosemakin mengecil. Bahkan, jika ada kenaikan harga salah satu komponen,mereka mengaku akan mengalami kerugian.

Sekam dan kayu bakar yang menjadi komponen utama ndustri itu naiksejak beberapa bulan terakhir. Sementara kedelai, kendati turun, namunharga sangat fluktuatif. Kamibingung, harga kedelai berubah-ubah,sementara kayu bakar dan sekam tidak pernah turun,” tutur Jumiatun(51) perajin tahu di RT 02 RW 02 Desa Grantung Kecamatan Bayan, kepada
KRjogja.com, Selasa (26/2).

Perajin membeli sekam seharga Rp 5.000 perkarung, naik dari Rp 4.500 pada tiga bulan lalu. Harga kayu bakar naik dari Rp 400.000 pertruk menjadi Rp 600.000. Sementara harga kedelai pada kisaran Rp 7.000 untuk jenis lokal dan Rp 7.400 – Rp 7.600 biji impor asal Amerika Serikat.

Meski secara angka kenaikan harga tidak sampai dua kali lipat, namun sudah berdampak pada perajin. Pascakenaikan, mereka hanya bisa mengantongi keuntungan bersih maksimal Rp 1.000 untuk setiap kilogram tahu yang dihasilkan. Jumiatun memproduksi kurang lebih 75 kilogram tahu perhari.

Padahal sebelumnya, perajin bisa memperoleh keuntungan kurang lebih Rp 2.000 – Rp 3.000 perkilogram tahu. “Itu dengan catatan harga kedelai di bawah Rp 7.500 perkilogram, kalau naik sampai Rp 8.000, kami tidak lagi ‘gigit jari’ karena keuntungan menurun, namun dipastikan akan rugi,” terangnya.(Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809
sukoco says:

Piye ki trus nasibe, liyane kayu ra ono to mbk yu?