Pengusaha Makanan Kecilkan Ukuran

Ukuran kerupuk diperkecil setelah kenaikan sejumlah komponen poduksi. (Foto : Jarot Sarwosambodo)

PURWOREJO - Pengusaha makanan di Kabupaten Purworejo ramai-ramai mengecilkan ukuran pasca kenaikan sejumlah bahan baku dalam beberapa bulan terakhir. Mereka tetap membuat makanan sesuai resep agar konsumen tetap membeli produk yang dihasilkan.

Perajin tahu di Desa Grantung Kecamatan Bayan Sukisto (28) mengatakan, harga bahan baku utama serta pendukung naik antara 10 persen hingga 50 persen. “Kalau sudah naik biasanya stabil, kalaupun turun tidak sedrastis kenaikannya,” katanya kepada KRjogja.com, Senin (25/03/2013).

Perajin membeli sekam seharga Rp 5.000 perkarung, naik dari Rp 4.500 pada tiga bulan lalu. Harga kayu bakar naik dari Rp 400.000 pertruk menjadi Rp 600.000. Sementara harga kedelai pada kisaran Rp 7.000 untuk jenis lokal dan Rp 7.400 – Rp 7.600 biji impor asal Amerika Serikat.

Untuk menjaga agar tidak rugi, Sukisto mengecilkan ukuran tahu. “Kalau sekilogram kedelai bisa menjadi seratus potong tahu, setelah kenaikkan dibuat menjadi 110 potong,” ungkapnya.

Pemilik pabrik kerupuk di Kledung Kradenan Banyuurip, Memet (54) menambahkan, usaha mengecilkan ukuran sudah dilakukan sejak kurang lebih setahun terakhir. “Lonjakan harga minyak goreng dan tarif listrik menjadi pemicunya,” ucapnya.

Menurutnya, tidak ada jalan lain kecuali mengcilkan ukuran. “Kerupuk itu makanan rakyat kecil, kalau dinaikkan harganya belum tentu mereka mau membeli. Asalkan tetap murah, konsumen tidak masalah dengan ukuran yang semakin kecil,” paparnya. (Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809