Pasokan Menipis, Bawang Putih Meroket

PURWOREJO – Komoditas bawang putih disejumlah pasar tradisional mengalami tren kenaikan harga signifikan. Kenaikan harga bumbu dapur diduga faktor cuaca yang menyebabkan pasokan dari produsen atau petani menurun dalam sebulan ini.

Pantauan Radar Joigja di Pasar Kutoarjo, harga bawang putih meroket. Sebelumnya, harga bawang putih dikisaran Rp 13 ribu – Rp 15 ribu per kilogram. Dalam sebulan terakhir, naik hingga Rp 32 ribu per kilogram. Tumirah, 56, warga Krandegan Kecamatan Bayan menjelaskan, dia lama berjualan bawang dan bumbu dapur di Pasar Kutoarjo. Sementara kenaikan harga bawang putih di luar pengetahuannya. Dari informasi agen langganannya, kenaikan harga bawang dipicu pasokan petani yang menipis, akibat gagal panen di tengah cuaca hujan. “Tidak tahu, tiba-tiba harga bawang putih naik tinggi. Biasanya kalau naik Rp 500 – Rp 1.000 per kilogram. Lha, ini naik dua kali lipat lebih,” papar Tumirah kemarin (21/2).Pedagang lain, Samirah, 47, mengungkapkan hal senada. Dari distributor bawang yang menjadi langganannya, kenaikan harga bawang karena petani mengalami gagal panen, akibat cuaca (hujan terus menerus, Red). Dia biasanya memperoleh pasokan bawang lokal. “Kami tidak menaikan harga, seandainya dari agen tidak naik. Harga sudah naik dari agen, jika tidak dinaikkan, kami yang rugi. Harga kulakannya memang segitu,” imbuh Samirah.

Menurut Samirah, selain pengaruh cuaca, sebagian bawang impor dari luar negeri mulai dihentikan. Kalau benar, cukup logis stok barang menipis. Padahal hukum pasar jelas, saat barang langka, harga akan naik dengan sendirinya.”Penuturan agen kemarin, sebagian bawang putih impor dari China. Saat ini, impor dihentikan, maka barang menjadi tidak ada dan harga naik,” katanya menirukan penjelasan agen bawang putih.

Sebelum harga bawang putih anjlok lantaran impor, baik bawang merah atau bawang putih didatangkan dari Magelang dan daerah penghasil bawang lainnya. Sementara petani lokal jarang yang bertahan. Mereka kalah bersaing dengan bawang impor. “Beberapa bulan lalu, ada pemasok dari Magelang yang terkenal sebagai penghasil bawang. Ternyata di sana, banyak petani yang tidak menanam lagi. Pasokan dari Magelang lama tidak datang,” paparnya.

Pasokan bawang masih cukup di pasaran. Karena harga yang tinggi, berimbas buruk. Pedagang mengalami kesulitan menjual dagangannya. Sementara, sepi pembeli praktis membuat pedagang merugi. “Saat harga bawang putih Rp 15 ribu, saya bisa menjual 50 kilogram sehari. Saat ini, harga di atas Rp 30 ribu, sehari hanya mampu menjual 3 – 5 kilogram bawang putih,” katanya.

Pengepul bawang merah dan putih di Pasar Kutoarjo Suprato, 48 mengaku, kenaikan harga bawang kali ini diprediksi agen bawang seiring penghentian impor bawang putih per Maret 2013. “Penghentian impor baru dilakukan Maret. Tetapi, harga bawang putih mulai naik, bahkan terus naik hingga pembatasan impor oleh pemerintah direalisasikan,” katanya.(tom/hes)

Sumber: radarjogja.co.id

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809