Organda Purworejo Protes Pembatasan Solar

PURWOREJO (KRjogja.com) – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Cabang Kabupaten Purworejo memprotes adanya pembatasan pembelian solar bersubsidi di SPBU yang diterapkan Gubernur Jawa Tengah. Pengusaha mengeluh karena pembatasan itu sudah mengganggu kelancaran operasional kendaraan. Padahal, Pertamina sudah menormalkan kembali pasokan solar untuk SPBU.

Pemerintah Provinsi Jateng menginstruksikan pembatasan dengan ketentuan truk dan bus besar maksimal membeli senilai Rp 300 ribu, bus sedang atau kecil serta truk nonbesar Rp 200 ribu, sedangkan kendaraan pribadi Rp 100 ribu. “Pembatasan itu masih saja berlaku meski solar sudah lancar, kami terus terang tidak sepakat dengan kebijakan tersebut,” tegas Subagyo Ketua Organda Cabang Kabupaten Purworejo, kepada KRjogja.com, Selasa (30/4).

Untuk bus dan truk besar, solar senilai Rp 300 ribu hanya memenuhi kurang lebih 50 persen tangki bahan bakar. Untuk satu tangki penuh dengan kapasitas kurang lebih 150 liter, biaya yang dikeluarkan seharusnya Rp 670 ribu.

Menurutnya, kendati tetap bisa mengisi namun pengusaha khawatir solar tersebut tidak akan cukup sampai kota tujuan. Subagyo mencontohkan, untuk perjalanan menuju Jakarta menggunakan truk besar, solar senilai Rp 300 ribu hanya cukup sampai Cirebon.

Sopir harus mencari solar dan antre lagi di SPBU daerah Cirebon. “Kalau dapat tidak masalah, jika sudah antre lama tapi tidak kebagian, pengusaha yang rugi. Seandainya bisa penuh, kami tidak harus repot mencari-cari SPBU untuk mendapat tambahan solar,” tuturnya. (Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809