Manisnya Bisnis Restorasi Helm ‘Jadul’

PURWOREJO (KRjogja.com) - Selama ini, tidak ada yang bisa menggantikan helm sebagai alat pengaman kepala yang wajib bagi pengendara sepeda motor. Berbagai varian helm bermunculan, mulai era tahun 1970 – 1980 dengan model helm ‘cakil’ dan ‘batok, kemudian muncul helm standar pada dekade 1990-an, juga jenis ‘full face’ menyerupai pebalap motoGP. Bahkan sudah ada prototipe helm berpendingin air yang dicipta siswa SMP di Surabaya.

Namun apakah kemunculan varian baru itu menggeser dan menghilangkan barang keluaran lama? Belum tentu, sebab ada tangan-tangan terampil di Purworejo yang menjalankan bisnis restorasi khusus helm jaman dulu (jadul). Adalah Ahmad Faisal Assegaf (26) dan Fiskar (22), pemuda warga RT 02 RW 01 Kelurahan Cangkrep Kidul Kecamatan/Kabupaten Purworejo yang menggeluti usaha itu. “Berawal dari keisengan, kami mulai memoles helm jadul pada tahun 2011, kemudian dipasarkan secara online,” ujar Assegaf kepada KRjogja.com, Selasa (7/5).

Helm tersebut ternyata diminati konsumen. Banyak yang berhasrat memiliki karena ingin menikmati berkendara seperti era tahun 1970-1980. Apalagi, produk serupa sudah tidak dijual di pasaran.

Assegaf dan Fiskar tidak merubah tampilan helm jadul. Mereka menjaga keaslian bentuk dan hanya mengecat ulang bagian luar serta menambah aksesori seperti kaca. Selain itu, mereka mengganti busa dan memasang tali pengait.

Penggarapan memang simpel, namun mereka menghadapi persoalan semakin langkanya bahan baku. Helm jadul sudah tidak dijual di toko. Mereka mendapatkannya dari penjual barang loakan atau pemulung. Mereka juga menempatkan orang di beberapa daerah untuk mencari dan membeli helm bekas.

Selain itu, mereka harus mengimpor komponen kaca helm yang dikenal dengan kaca bogo dari Malaysia. “Sudah tidak ada yang produksi, jadi ada rekanan kami di Malaysia yang rutin mengirimkan barang ke Indonesia,” katanya.

Fiskar menambahkan, proses pengerjaan tidak membutuhkan waktu lama, apalagi jika didukung cuaca yang cerah. Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan perajin yang berperan menjahit busa dan tali pengait. Setiap minggu, mereka merestorasi 10 – 20 helm.

Helm jadul buatan keduanya dijual mulai Rp 200.000 – Rp 400.000 sesuai jenis dan bahan bakunya. Mereka mampu menjual 2 – 3 helm perhari kepada penggemar motor di Purworejo, Yogyakarta hingga Jawa Timur.(Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809