Limbah Medis Dibuang Sembarangan Ditemukan Di Purworejo

PURWOREJO (radarjogja.co.id) – Kasus pembuangan limbah medis berupa jarum suntik terjadi di Purworejo. Sebelumnya, warga menemukan jarum suntik bekas pakai di tempat pembuangan sampah Kompleks Puskesmas Loano. Kini, jarum suntik yang ditemukan warga di area umum perempatan Jalan Kolonel Sugiyono dan Urip Sumoharjo, dekat Hotel Intan. Jarum suntik tersebut ditemukan terbungkus plastik resek hitam. Diduga limbah medis tersebut terhanyut dan terserak di jalanan, setelah saluran air meluber ke jalan.“Awalnya, saya tidak ngeh kalau itu jarum suntik,” kata Paryono, 50, warga Desa Sidorejo, Purworejo petugas Pertamanan DPU Purworejo saat membersihkan sampah di lokasi kemarin (29/4). Paryono melanjutkan, jarum suntik bekas pakai itu tentu berbahaya jika mengenai kaki pejalan kaki. Lebih berbahaya lagi jika jatuh ke tangan anak-anak dan disalahgunakan untuk mainan. “Anak-anak kan tidak tahu, kalau buat mainan dan kena tangan bisa jadi inveksi atau terkena penyakit. Jarum itu keliatannya sudah bekas dipakai. Karena berbahaya, bungkusan limbah medis itu sudah diamankan. ” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Purworejo Zusron kaget mendapat laporan penemuan limbah medis di ruang publik. Ia meminta bungkusan jarum suntik itu sebagai bukti. Dalam waktu dekat, dewan akan memanggil dinas kesehatan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut.

“Kasus penanganan limbah medis di UPT Puskemas Loano ternyata belum menjadi pengalaman berharga bagi Dinkes Purworejo,” sindirnya. Menurut Zusron, sejak kasus Puskesmas Loano, pihak dinkes berjanji menertibkan dokter, perawat, dan bidan dalam mengelola limbah medis. Dengan temuan tersebut, dinkes dikatakan tidak tegas dalam menegakkan peraturan. “Kami segera layangkan surat teguran pada kepala Dinkes Purworejo hari ini juga (kemarin, Red),” tegasnya.

Menurut Zusron, pembuangan limbah medis tidak pada tempatnya sangat berbahaya bagi masyarakat. “Semestinya, itu tidak terjadi. Jika alat suntik bekas itu digunakan pada pasien yang berpenyakit menular bagaimana,” kata Zurson balik bertanya Kepala Dinas Kesehatan Purworejo dr Kuswantoro saat dimintai konfirmasi via telepon menolak keteledoran di dinas yang dipimpinnya. “Saya tidak bisa memastikan limbah medis itu berasal dari tenaga medis yang ada di Purworejo atau bukan. Penemuan itu tidak bisa dikatakan sebagai perbuatan tenaga medis. Bisa saja dari masyarakat umum,” kata Kuswantoro membela diri. Kuswantoro tidak memberikan tanggapan lebih jauh. Mendadak teleponnya mati dan sulit dihubungi lagi.(tom/hes)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809