Konsumen Beralih Ke Tabung Melon

PURWOREJO – Rencana Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram Rp 23 ribu per tabung pada pertengahan Maret mendatang membuat resah warga dan pemilik rumah makan di Purworejo. Mereka mengeluhkan kenaikan biaya pembelian gas elpiji 12 kilogram tersebut. Karena, saat dihitung mengalami kenaikan hingga Rp 96 ribu per tabung. Pemilik rumah makan Simpang Tiga Winoto, 40, mengungkapkan, rencana kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram memberatkan. Karena menaikan harga makanan secara mendadak tidak mungkin dilakukan. Resikonya, akan ditinggal kabur konsumen. “Tentu saya tidak bisa mengikuti dampak kenaikan gas elpiji 12 kilogram dengan menaikan harga hidangan seenaknya. Bisa-bisa warung saya ditingalkan kabur pembeli,” keluh Winoto yang membuka usahanya di Kompleks Pasar Suronegaran kemarin (26/2). Winoto melanjutkan, salah satu pilihan yang akan dilakukan adalah beralih ke tabung gas tiga kilogram atau yang dikenal dengan tabung gas melon. Dia mengakui ada resiko yang harus dihadapi. Yaitu, lebih sering mengganti tabung gas jika memperoleh order hidangan partai besar. “Ganti ke tabung gas elpiji tiga kilogram merupakan langkah yang terbaik dan logis. Tujuannya, menekan biaya operasional,” tegasnya. Hal senada diungkapkan Windari, 60, pemilik rumah makan di Kecamatan Kaligesing. Dia merasakan hal sama dan melihat kebijakan tersebut kurang tepat.

“Kenaikan harga Rp 23 ribu per tabungan sangat memberatkan. Idealnya, kalau mau dinaikan ya sekitar Rp 5 ribu – Rp 10 ribu per tabung. Kenaikan harga gas juga akan memicu kenaikan harga kebutuhan sembako sebagai bahan baku usaha,” ucapnya. Warga Perumahan Perum Pepabri Borokulun Banyuurip Purworejo Tejaningrum, 33 mengaku sudah mengganti tabung elpiji ukuran 12 kilogram dengan tabung tiga kilogram.

“Kebutuhan rumah tangga kenaikan elpiji 12 kilogram sebesar Rp 23 ribu juga berat. Awalnya memakai tabung gas 12 kilogram niatnya agar irit. Lha, ini malah dinaikan dan tentunya menambah boros anggaran belanja,” katanya.Hari Prakoso, 50, pemilik pangkalan gas elpiji “Pratama” di Jalan KH Dahlan Nomor 158 Purworejo mengatakan, rencana kenaikan gas elpiji ukuran 12 kilogram dari Rp 73 ribu ke Rp 96 ribu per tabung berpengaruh pada permintaan pelanggan.

Harga jual elpiji ukuran 12 kilogram mulai sepi. Kebalikannya, penjualan elpiji 3 kilogram mengalami peningkatan. Meski begitu, Hari menegaskan, pihaknya tidak mampu melayani lebih dari jatah yang diberi. Yaitu, 360 tabung setiap hari.Perubahan pola konsumen ini memicu isu kelangkaan pasokan gas elpiji tiga kilogram di Purworejo bagian Selatan. Sejumlah pangkalan dan agen elpiji mengaku geram dan kesal lantaran pasokan yang diterimanya setiap hari dari SPBE (Sentral Pengisian Bahan bakar Elpiji) dibatasi.

“Kami minta pemerintah menormalkan kembali pasokan gas tiga kilogram. Dengan pengurangan pasikan 16 persen membuat kami rugi,” jelas Mahsun Agus Salim, 50, pemilik pangkalan elpiji warga Aglik Kecamatan Grabag.Menurut Agus, Pertamina telah mengurangi jatah pasokan di setiap agen sejak awal Februari 2013. sebelumnya, pasokan mencapai 3.360 tabung. Kini, hanya dipasok 2.800 tabung gas tiga kilogram setiap minggu. “Itupun memasoknya tidak rutin,” katanya.(tom/hes)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809