Kesedihan Para Pendukung Rustriningsih

Gagalnya Rustriningsih mendaftar bakal calon gubernur Jawa Tengah 2013 menyisakan kesedihan bagi para pendukungnya di daerah. Diantaranya Sakiyo (56), yang sudah bernazar hendak jalan kaki dari Banyumas ke Semarang bila Rustriningsih maju Pilgub Jateng.

RAUT wajah Sakiyo tiba-tiba berubah. Koran yang sedang dibaca kemudian ditaruh meja. Pria berbaju merah satgas PDIP ini menyandarkan tubuhnya dan mengumpat bernada kecewa.

Ia terlihat loyo, wajahnya kuyu. Padahal sewaktu datang untuk menyetor penjualan koran di agen koran Prima Wacana, depan Pasar Tambak, Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (6/3/2013) pagi, ia masih terlihat ceria dan semangat.

Di agen koran milik Pujo Utomo (50), Sakiyo membaca berita Rustriningsih gagal mendaftar dalam Pilgub Jateng.

Sebelumnya, Rustriningsih yang diikenal sebagai kader loyal PDIP ini merasa optimis bakal mendapat rekomendasi DPP PDIP untuk mendaftar di KPU Jawa Tengah. Namun nasib tak memihak, PDIP pada jam-jam akhir penutupan pendaftaran di KPU Jawa Tengah, Selasa (5/3/2013) malam justru mengusung Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko sebagai pasangan balon gubernur dan wagub.Keduanya juga kader PDIP. Ganjar saat ini menjabat Ketua Komisi II DPR RI dan Heru adalah Bupati Purbalingga.

Bagi orang kecil seperti Sakiyo, berita koran itu adalah kabar buruk. Sebagai simpatisan PDIP, ia sangat berharap Rustri yang saat ini menjabat wakil gubernur Jawa Tengah 2008-2013 bisa bertarung di Pilgub Jateng.

“Saya sedih Bu Rustri gagal maju Pilgub, terus terang kecewa,” kata Sakiyo, warga RT 4 RW 2 Desa Pesantren, Kecamatan Tambak, Banyumas, Rabu pagi.

Ia menceritakan, jauh hari sebelumnya sudah melakukan ancang-ancang mendukung pencalonan Rustriningsih. Sebagai pendukung loyal, Sakiyo berjuang memopulerkan idolanya dengan sukarela membagi-bagikan kalender bergambar Rustriningsih di lingkungan rumahnya.

Bentuk dukungan lainnya, pedagang rokok dan koran ini sudah menyatakan bernadzar bila Rustriningsih maju dalam Pilgub Jateng. Rencananya, pria berbadan kurus dengan kumis tipis ini akan jalan kaki dari rumahnya di Tambak hingga kediaman Rusti di Semarang untuk memberi dukungan. Nadzar ini sudah ia sampaikan ketika bertemu Rusti di Gombong, Kebumen. Jarak antara Tambak dan Semarang ini lebih dari 100 kilometer.

“Duuh..padahal saya bernadzar menemui bu Rustri bisa maju Pilgub. Kalau begini saya akan pilih siapa?,” tanya Sakiyo galau.

Pujo Utomo (50), pemilik agen koran Prima Wacana yang juga mengenal dekat Sakiyo mengatakan rencana nadzar tersebut merupakan bukti kecintaan pendukung Rustriningsih dan juga sikap fanatik pada partai berlambang banteng moncong putih.

“Waktu Sakiyo mantu, Bu Rusti datang memenuhi undangan hajatannya. Katanya Bu Rustri nyumbang hampir sejuta rupiah,” kata Pujo.

Dimata Sakiyo, Rusti yang pernah menjabat Bupati Kebumen dua periode ini adalah sosok pemimpin perempuan karismatis. Sakiyo mengenal Rustri sejak perempuan berkerudung ini mencalonkan diri sebagai bupati Kebumen.

“Sakiyo sudah lama kenal Rustri. Sakiyo sering datang ke agen koran milik Rustri di Gombong untuk beli buku teka-teki silang,” cerita Pujo, pria gemuk berjambang putih ini.

Soal rencana nadzar Sakiyo untuk berjalan kaki ke Semarang, kata Pujo, merupakan niat serius. Ia membandingkan kesungguhan Sakiyo dan beberapa simpatisan PDIP yang sudah menunaikan nadzar jalan kaki sekitar 30 kilometer dari Tambak ke Purwokerto untuk menemui pasangan PDIP yang memenangi Pilkada Banyumas, Achmad Husein dan Dokter Budhi Setiawan.

“Berita Sakiyo jalan kaki ke Purwokerto dimuat di koran. Bu Rustri sempat membaca dan mengklipingnya,” kata Pujo.

Kata Pujo, Sakiyo murni mendukung Rusti karena pilihan ideologis dan pilihan figur. Saking cintanya pada partai, Sakiyo tak mau menerima kaos dari partai selain PDIP.

Gagalnya Rustriningsih mendapatkan rekomendasi DPP PDIP Jawa Tengah, kata Ahmad Sabiq, diluar prediksi. Meski demikian, pengamat politik lokal dari jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed Purwokerto ini memuji langkah Rustri tidak mengedepankan ambisi dengan berpindah ke parpol lain.

“Saya yakin Rustri kecewa, tapi ternyata dia tetap loyal pada PDIP. Tidak tergoda ‘lompat pagar’ meskipun punya kesempatan besar untuk itu,” kata Sabiq.

Menurutnya, Rustri yang juga lulusan FISIP Unsoed ini menunjukkan kesetiannya pada partai. Kata dia, Rustri bisa menekan ego atau ambisinya dengan bersikap oportunis bergabung bersama parpol lain.

“Rustri sebenarnya sudah digadang-gadang beberapa partai. Tapi ternyata tak mau lompat pagar. Dalam hal ini dia lolos uji loyalitas partai,” lanjut Sabiq.

Hingga batas akhir pendaftaran di KPU Jawa Tengah, sudah ada tiga pasangan balon gubernur dan wagub yang mendaftar. Mereka adalah Bibit Waluyo-Sudjiono yang diusung Demokrat,PAN, dan Golkar, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung PDIP dan Hadi Prabowo-Don Murdono yang diusung Gerindra,PPP,PKS,PKNU,Hanura, dan PKB. Pilgug Jateng akan digelar pada Minggu, 26 Mei 2013. (Hanan Wiyoko) – jogja.tribunnews.com

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809