Kendalikan Tikus, Distanhut Purworejo Gunakan Burung Hantu

ilustrasi photo www.burunghobi.com

PURWOREJO¬†- Pemkab Purworejo mencoba alternatif pengendalian populasi hama tikus dengan bantuan burung hantu. Hewan ini dikenal sebagai predator utama pemangsa tikus di areal sawah yang rentan serangan tikus. Karena itu, pemkab membuatkan sarang burung hantu. Diakui Kabid Tanaman Pangan dan Holikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Purworejo Ir Eko Anang SW, pengendalian hama dengan metode tersebut lebih ramah lingkungan dan efektif. Apalagi wilayah Purworejo masih dinilai baik untuk habitat burung hantu. “Cara ini lebih dekat dengan sistem pertanian organik. Jadi, tidak memberantas hama dengan kimia. Tetapi cukup mengendalikan hama dengan cara menormalkan rantai makanan di lahan persawahan,” papar Eko kemarin (3/4).

Eko melanjutkan, pihaknya telah membuat sejumlah sangkar burung hantu yang akan ditempatkan di titik strategis. Di tempat tersebut, banyak populasi tikus menyerang padi petani. “Pengendalian hama tikus dengan burung hantu dinilai cukup efektif. Satu ekor burung hantu dalam semalam bisa membunuh empat – enam ekor tikus. Memang, burung hantu hanya makan satu ekor, tetapi burung ini memiliki tipikal senang berburu tikus ketika banyak berkeliaran,” jelasnya.

Upaya mendalami teknik tersebut, Distanhut mengkaji hingga Kudus yang telah menerapkan sistem pengendalian hama terpadu, melalui burung hantu. “Di sana (Kudus, Red) cara ini terbukti manjur. Tahap awal akan dibuat 20 sangkar burung hantu. Dari survei, populasi burung hantu cukup banyak. Biasanya tinggal di gua-gua atau gedung tua,” imbuhnya.Saat musim kawin, lanjut Eko, burung hantu mencari rumah atau sarang untuk tempat telur-telur burung hantu betina. Burung hantu dikenal setia memiliki satu pasangan dan menghidupi keluarga dengan berburu tikus bersama-sama.”Sarang atau rumah burung hantu dibuat dengan dana yang tidak mahal. Mirip rumah merpati, ukuran 30 x 40 sentimeter. Nantinya, bisa dipasang di pohon atau ditanam tiang dengan ketinggian sekitar empat – lima meter,” katanya.

Serangan hama tikus tahun ini, Eko menggambarkan terjadi merata di Purworejo. Data terakhir, hama tikus menyerang lahan seluas 198 hektare di 16 kecamatan. Serangan terbanyak di Kecamatan Bener, Loano, dan Bruno. Sementara waktu, serangan hama tikus berhasil ditangani. Yaitu dengan berkoordinasi dengan petugas organisme pengganggu tanaman (POPT) di masing-masing kecamatan.”Insektisida yang digunakan membasmi tikus adalah tiran. Kelompok tani mengusulkan bantuan tiran dan dikoordinasikan dengan POPT di wilayah masing-masing. Pembasmian secara manual dengan cara gropyokan juga cara fektif menjelang musim tanam,” katanya.(tom/hes)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809