Jangan Korbankan Masyarakat Dengan Isu yang Berlebihan

Ilustrasi

Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg menyayangkan adanya informasi yang dibesar-besarkan terkait adanya penyakit yang bersumber dari binatang. Kondisi tersebut akan membuat masyarakat menjadi trauma yang berlebihan. Disamping itu berdampak negatif pada peternak, yang bisa berakibat gulung tikar.

Pernyataan tersebut disampaikan di depan peserta acara pertemuan peningkatan komitmen pencegahan dan penanggulangan penyakit bersumber binatang se eks Karesidenan Kedu, Rabu (20/3), di ruang Arahiwang. Pertemuan diikuti sekitar 110 orang peserta dari kabupaten/ kota se eks Karesidenan Kedu. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan, rumah sakit umum, dinas instansi terkait, serta institusi pendidikan tenaga kesehatan. Hadir sebagai nara sumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Biro Humas Provinsi Jateng, Bappeda Kabupaten Magelang, dan dari RS Margono Purwokerto.

Diakui bahwa flu burung di Purworejo ada, malaria ada, penyakit bersumber binatang yang lain juga ada. Namun jumahnya sangat kecil, dan itupun sudah ditangani oeh dinas terkait. “Informasi di masyarakat dibesar-besarkan, seolah-olah kejadiannya luar biasa. Sehingga membuat trauma masyarakat yang berkepanjangan,” katanya.

Padahal di Puworejo banyak masyarakat yang berprofesi sebagai peternak. Baik peternak kambing Etawa, kambing jawa randu, sapi, ayam dan sebagainya. “Apabila hal itu tidak segera diantisipasi, akan berdampak negatif pada peternak,” tandasnya.

Ditambahkan bahwa mulai 2011 hingga sekarang, di Kabupaten Purworejo tercatat wabah penyakit yang bersumber binatang. Antara lain malaria sebanyak 210 kasus, DBD 22 kasus, Cikungunya 20 kasus, dan filaria 9 kasus.

Pada kesempatan yang sama, Kasi P2 Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Harini Setyawati SKM MHSc menginformasikan bahwa penyelenggaraan ini kali merupakan yang ke 4. Sebelumnya telah dilaksanakan di eks Karesidenan Semarang, Pati, Banyumas.

Diakui bahwa untuk mencapai Indonesia sehat 2015, berbagai tantangan dihadapi. Beberapa penyakit kususnya yang bersumber binatang masih ada. Salah satunya yang masih tinggi di Kedu adalah malaria. “Belum lagi munculnya penyakit tidak menular, yang disebabkan perilaku manusia,” ungkapnya.

Untuk Malaria, Purworejo dan Banjarnegara masih tinggi. Padahal Purworejo daerah perbatasan dengan DIY, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. (purworejokab.go.id)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809