Gula Semut Kaligesing Bidik Pasar Eropa

Pelatihan pembuatan gula semut. (Foto: Gunarwan)

PURWOREJO – Seiring dengan pembatasan konsumsi gula tebu di Amerika dan negara-negara Eropa, kini produk gula kelapa memiliki peluang pasar cukup besar. Namun untuk kebutuhan ekspor itu, gula kelapa harus diproduksi menjadi gula kristal atau istilahnya gula semut, dan diolah secara organik.

“Organik tidak saja pada pengolahan, namun juga dari tanaman kelapa yang diperlakukan secara organik, penyadapan dan pengolahan. Tanah pun akan disempel untuk diuji laboratorium di Belanda,” kata Sri Susilowati SE, ketua Yayasan Kartinem yang mendampingi para pengrajin gula kelapa wilayah Kecamatan Kaligesing dan Bagelen Kabupaten Purworejo, Selasa (2/4) disela-sela pelatihan pembuatan gula semut di Kaligesing.

Yayasan ini merupakan lembaga yang memberikan pendampingan terhadap para pengrajin gula kelapa yang berjumlah sekitar 791 petani di wilayah itu.

Untuk pengolahan gula semut secara organik itu lanjut Sri Susilowati, berbagai peralatannya juga didatangkan dari luar negeri yang sekaligus akan menerima produk hasil olahan gula semut dari Kaligesing dan Bagelen. “Peralatan sudah siap dan petani bisa langsung mengirim dalam bentuk gula kelapa cetakan biasa atau bahan baku,” katanya seraya menambahkan, peralatan itu bisa memproduksi sekitar 30 ton per bulan, dan akan dipasarkan di negara-negara Amerika dan Eropa. (Nar)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809