Faktor Keamanan Pengaruhi Normalisasi Sungai Lereng Pesisir Selatan Purworejo

Masyarakat pesisir selatan Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo mendatangi kantor Bupati Purworejo, untuk melakukan audensi, belum lama ini. Mereka diwakili sekitar 35 orang dari tujuh desa di Kecamatan Ngombol, mulai dari Desa Ngentak, Wero hingga Keburuhan. Mereka diterim Bupati Purworejo Drs H mahsun Zain MAg, didampingi Wakil Bupati Suhar dan Kepala Dinas Pengairan Ir Susanto, di ruang Arahiwang.

Dalam audensi tesebut mereka menanyakan kepastian kapan normalisasi sungai Lereng 2 akan dimulai. Seperti disampaikan Suwito Kepala Desa Keburuhan dan Trubus Ketua BPD Keburuhan, bahwa normalisasi sungai Lereng 2 sangat dinantikan masyarakat pesisir selatan.

Menurutnya, sungai Lereng sering menyebabkan banjir, baik air tawar maupun air laut. Sehingga begitu mendengar informasi terkait rencana normalisasi sungai Lereng, masyarakat pesisir selatan sangat antusias menerimanya. Namun sampai saat ini, belum ada tanda-tanda akan dimulianya pekerjaan.

Wakil Bupati Suhar menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi se Kedu di kantor PSDA di Kutoarjo, pemerintah telah menganggarkan Rp 5 milyar untuk normalisasi sungai Lereng 2. Namun nampaknya para pelaksana ragu dengan faktor keamanan.

Menurutnya, faktor keamanan di wilayah pesisir selatan Purworejo seolah-olah sudah menjadi kartu merah. Sehingga para pelaksana pekerjaan sangat ragu akan melaksanakan pekerjaan itu. Untuk itu ia minta kepada masrakat Purworejo khususnya masyarakat pesisir selatan agar bisa menjamin keamanan pekerjaan. “Saat itu sudah saya jelaskan bahwa saya menjamin pelaksanan pekerjaan akan aman,” tegasnya.

Hampir senada juga disampaikan Bupati Mahsun, bahwa pemerintah sangat memperhatikan pembangunan di kawasan selatan. Salah satu buktinya, pembebasan lahan untuk jalan Deandels Purworejo menjadi nomor satu. Ia mengaku bahwa kawasan selatan mempunyai potensi yang besar. “Mengapa pemerintah kolonial Belanda membangun jalan Deandels, karena Belanda tahu bahwa kawasan selatan memilki potensi yang besar,” ungkapnya.

Namun karena sering terjadi gangguan keamanan, sehingga investor ragu untuk masuk. Investor mau masuk apabila ada jaminan kemanan. Jaminan keamanan, menurutnya, sudah disampaikan kepada beberapa investor. “Namun untuk membuat orang percaya butuh waktu. Apalagi di globalisasi informasi, dimana orang dengan mudahnya mengakses informasi, ada kasus di selatan saja mudah diketahui masyarakat internasional,” katanya.

Ir Susanto ketika ditemui mengatakan bahwa pemerinah telah mengalokasikan dana Rp 5 milyar untuk normalisasi kali lereng 2. Desain dan gambar dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Bahkan saat ini pekerjaan sudah dilakukan tender, tinggal sosialisasi di masyarakat. “Pekerjaan pertama ini sangat menentukan kelanjutannya. Apabila dalam pelaksanaan ini masyarakat merespon positif, pemerintah akan mengalokasikan dana melalui APBN Perubahan,” ungkapnya. (purworejokab.go.id)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809