Benih Padi Busuk, Petani Kewalahan

Petani di Bagelen menunjukkan benih padi yang rusak dan berpenyakit.(Foto: Jarot S)

PURWOREJO (KRjogja.com) - Petani padi di wilayah selatan Kabupaten Purworejo kewalahan menghadapi serangan busuk padi. Penyakit tersebut menyerang benih beberapa hari setelah ditanam sejak sebulan terakhir. Petani di Karangnongko Kecamatan Bagelen Muh Wasil (54) mengatakan, penyakit tersebut menyebabkan petani harus menanam ulang. “Kalau satu dua tanaman terserang tidak masalah, namun penyakit itu menyerang satu hamparan sawah. Jadi kami sangat kewalahan dan harus tanam ulang padi,” ungkapnya kepada KRjogja.com, Selasa (30/04/2013).

Menurutnya, tanda-tanda penyakit itu sudah tampak saat benih dalam persemaian. Daun padi terlihat berwarna kuning kemerahan dan kurang segar. Petani terpaksa mencari benih dari luar desa untuk ditanam ulang di sawah mereka. “Kami cari di beberapa desa tetangga, yang sudah kelebihan benih. Kalau tanam benih yang menunjukkan gejala kurang sehat itu, kami khawatir akan gagal tanam lagi,” paparnya.

Petani lain Purman (55) mengaku tidak mengetahui jenis penyakit yang menyerang tanaman itu. Namun berdasar kepercayaan masyarakat, penyakit itu akibat tanah sawah yang terlalu panas sebagai akibat proses pembusukan jerami di dalam lumpur. “Kata orang dulu, jika jerami sisa panen ditanam dalam lumpur dan pembusukannya belum sempurna, bisa meningkatkan suhu dan keasaman tanah, akibatnya benih padi mati,” ucapnya.

Kendati demikian, penyakit itu juga menyerang pada sawah yang tidak memanfaatkan jerami sebagai pupuk organik. “Tepatnya kami tidak tahu, sebab belum ada penelitian atau pemberitahuan dari penyuluh pertanian. Total sawah di desa kami yang terserang dan harus tanam ulang ada kurang lebih satu hektare,” bebernya.(Jas)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809