Aset-Aset Milik Rektor Unsoed Ditelusuri

KABARSEMARANG.COM – Kejaksaan kini menelusuri aset-aset milik Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Edy Yuwono, setelah penetapan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus korupsi dana Badan Layanan Umum (BLU) di Unsoed.

Kasi Penkum Kejati Jateng Eko Suwarni mengatakan, penelurusan aset dimaksudkan untuk mencari tahu sumbernya. Eko membenarkan, Kejaksaan Negeri Purwokerto telah membuat surat pencekalan untuk tersangka EY juga untuk dua tersangka lain.

“Kmai belum menerima, tapi Kejari Purwokerto sudah menginformasikan kalau itu sudah dikirim. Nanti akan diteruskan ke Kejaksaan Agung untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” jelasnya.

Kasi Penkum menjelaskan, korupsi ini yang merupakan program Coorporate Social Responsibility (CSR), diduga merugikan keuangan keuangan negaranya Rp 2 miliar. Nominal itu didapat dari perhitungan tim, bukan audit dari Badan Pengawasan Keuangan (BPK).

Kepala Kejaksaan Tinggi Jateng Arnold BM Angkouw menegaskan, penyidikan atas kasus ini terus dikembangkan. Ia sudah memberikan petunjuk kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto selaku pihak yang menangani kasus itu. Pihak Kejari Puwokerto juga sudah diperintahkan untuk kembangkan penyidikan dan secepatnya memeriksa tersangka.

Korupsi yang terjadi di Unsoed itu adalah terkait kerjasama Unsoed dengan PT Aneka Tambang (Antam) untuk mengelola lahan bekas pasir besi milik PT Antam di Purworejo.

Aliran dana yang masuk ke Unsoed, terhitung sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Namun, berdasarkan penyidikan, dana itu diselewengkan, termasuk oleh EY. Penyimpangan ini diduga atas pelaksanaan Surat Keputusan Rektor Unsoed.

Selain EY, dua tersangka lain adalah WH (diduga Winarto Hadi selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Penerbitan Unsoed-Red) dan SMJ (diduga adalah Suatmadji, Asisstant Senior Manager Post Minning PT Aneka Tambang-Red).

Kejari Purwokerto menyita empat mobil milik empat pejabat Unsoed, karena diduga dibeli dengan uang hasil korupsi penyalahgunaan kerjasama dengan PT Aneka Tambang sejak 2011.

Mobil itu adalah Toyota Innova bernomor polisi R-8599-ZA milik Rektor Unsoed, Edy Yuwono. Tiga mobil lain adalah Daihatsu Terios tersebut, masing-masing bernomor polisi R-9083-BH milik Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Percetakan dan Penerbitan Winarto Hadi, R-9084-BH milik Ketua Penelitian Pengembangan Teknologi yang juga Koordinator Kerja Sama Unsoed-Antam Saparso, dan R-8474-BH milik Kepala UPT Pemberdayaan Fasilitas Darsono. (bs/ks)

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809