Antam Dukung Penuntasan Kasus Korupsi Unsoed di Purworejo

Kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat teras Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan pejabat PT Aneka Tambang membuat beberapa jajaran teras BUMN itu  berinisiatif melakukan klarifikasi di Kejaksaan Negeri Purwokerto.

Langkah tersebut dilakukan Direktur Umum dan CSR PT Antam Denny Maulasa yang memberikan kesaksian dan kesediaan untuk diperiksa tim penyidik kejaksaan. “Kedatangan ini murni inisiatif kami agar kasus ini segera dituntaskan,” kata Denny usai memberikan keterangan di Kantor Kejaksaan Negeri Purwokerto, Senin (4/3).

Dia datang bersama CSR Division Head, Agus Yulianto, serta Legal and Compliance Division Head PT Antam, Dody Martimbang. Kedatangan mereka juga membawa setumpuk dokumen kontrak kerjasama Unsoed dengan PT Antam.

Denny mengungkapkan saat ini akan memersiapkan sanksi yang nantinya akan dijatuhkan kepada 2 oknum dari PT Antam. Mengenai mekanisme sanksi, nantinya akan disesuaikan dengan UU Ketenagakerjaan.

Denny menjelaskan proyek pemberdayaan masyarakat di Purworejo ini merupakan kebanggaan PT Antam. “Banyak perusahaan yang datang ke sana untuk memelajarinya. Tetapi dengan ada kejadian ini, kami sedang memertimbangkan kelanjutan kerja sama dengan Unsoed,” paparnya.

Menurut dia, Unsoed memiliki kemampuan untuk mengerjakan proyek tersebut. Diakuinya, Unsoed selama ini juga menjadi salah satu kampus yang dilibatkan dalam proyek CSR Antam. “Tetapi kami kecewa dengan Unsoed karena adanya masalah ini. Nanti kami juga akan mengklarifikasinya di lapangan untuk lebih lanjut,” jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto, A Dita Prawitaningsih mengungkapkan kedatangan perwakilan PT Antam untuk klarifikasi sangat membantu dalam pengusutan kasus ini. “Yang jelas ini menjadi support dari Antam agar kasus ini bisa tuntas,” ujarnya.

Soal pemanggilan tersangka saat ini memang belum dilakukan. Kejaksaan kata Dita, masih memeriksa sejumlah saki untuk pengembangan kasus itu.

Dia juga membantah kabar yang beredar di kalangan dosen Unsoed bahwa rektor belum dijadikan tersangka karena belum ada surat secara resmi. “Kalau soal surat, itu bukan kewajiban untuk melayangkan secara resmi ke tersangka. Tapi nanti akan ada pemanggilan lagi sebagai tersangka,” katanya.

Kejaksaan Negeri Purwokerto sudah menetapkan tiga tersangka kasus korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 2 miliar itu. Selain Rektor Unsoed Edy Yuwonop, kejaksaan juga sudah menetapkan tersangka untuk Kepala UPT Percetakan Winarto Hadi dan Asisten Senior Manager CSR PT Antam Suatmadji.(E2) vhrmedia.com

 

Rental Mobil Purworejo

Kami siap jemput & antar ke tujuan Anda. Hubungi kami sekarang juga! Telp 08111800809